Kenalkan, Jamur Merang yang gurih dan bergizi
Info Menarik Mengenai Jamur Merang yang
Memiliki Gizi Tinggi
Jamur merang merupakan jamur yang sangat populer setelah jamur tiram, dan tentu saja bisa dikonsumsi sobat Solution! Jamur dengan nama latin Volvariella volvacea ini tak hanya terkenal di dalam negeri saja bahkan telah mendunia hingga menjadi jamur pangan Asia Timur dan Asia Tenggara yang memiliki iklim tropis dan sub tropis. Dinamakan jamur merang karena jamur ini tumbuh di merang padi sehingga dikenal dengan nama paddy mushroom. Rasanya yang lezat, jamur ini dimanfaatkan oleh koki kaki lima sampai koki hotel bintang lima sebagai menu andalan. Dari sejarahnya sendiri, jamur merang ini sudah dikenal sejak 3000 tahun silam oleh masyarakat Dinasti Cho, China. Oleh karena itu, jamur ini dikenal dengan sebutan jamur nanhua atau jamur china, the more you know sobat Solutione! Jamur merang juga memiliki banyak sekali sebutan seperti straw mushrooms dalam bahasa Inggris, cǎo gū dalam bahasa Mandarin, hed fang dalam bahasa Thailand, dan nấm rơm dalam bahasa Vietnam. Produksi jamur merang di Indonesia sendiri berada pada dataran tinggi Dieng. Si Merang ini memiliki keunggulan yaitu memiliki waktu panen yang sangat cepat, jamur sudah dapat dipanen dalam waktu 1 minggu setelah semai.
MORFOLOGI DAN CIRI-CIRI JAMUR MERANG
Biasanya jamur yang memiliki volva atau tudung buah masuk ke dalam kategori jamur beracun dan tak dapat dikonsumsi, namun lain halnya dengan jamur merang sobat Solutione. Jamur yang memiliki berbentuk cawan berwarna coklat abu – abu ini dapat dikonsumsi dengan aman dan memiliki rasa yang lezat, gurih, serta memiliki aroma khas. Berdasarkan stadium pertumbuhannya, jamur merang mengalami enam tahap pertumbuhan yaitu jamur pentul (pinhead), kancing kecil (tiny button), kancing (button), telur (egg), pemanjangan (elongation), dan dewasa (mature).
LINGKUNGAN TUMBUH JAMUR MERANG
Biasanya, jamur ini tumbuh di atas jerami padi atau merang yang berada pada lokasi yang mempunyai suhu 30 - 38°C dengan suhu optimal 35°C dan kelembaban 80 – 90% dengan oksigen yang cukup. Jamur merang ini juga dapat tumbuh di atas media lain, seperti sisa – sisa tanaman jagung, daun pisang, limbah kapas, ampas sagu, atau serbuk gergaji kayu. Jamur ini tidak tahan terhadap cahaya matahari langsung, tetapi tetap membutuhkan cahaya dalam bentuk pancaran tidak langsung seperti cahaya lampu. Biasanya, untuk usaha budidaya jamur merang ini dilakukan pada kumbung atau rumah bagi budidaya jamur, khususnya jamur merang. Dalam usaha budidaya jamur merang, kumbung ini sangat penting karena di tempat ini suhu dan kelembaban dapat diatur sedemikian rupa untuk menyesuaikan kebutuhan tumbuh kembang si jamur merang ini sobat Solutione!
KANDUNGAN NUTRISI
Sama dengan jamur tiram, jamur merang masuk ke dalam kategori jamur edible atau jamur yang dapat dikonsumsi, jamur merang memiliki beberapa keunggulan yaitu pada kandungan protein yang tinggi sehingga sangat baik dikonsumsi untuk menjaga stamina tubuh dan meningkatkan sistem imun tubuh, khususnya untuk pertumbuhan balita dan manula. Tak hanya itu, jamur merang memiliki keunggulan lain jika dikonsumsi yaitu baik bagi penderita diabetes karena kandungan insulin alami yang terdapat di jamur merang, serta dapat digunakan untuk diet karena juga rendah lemak dan karbohidrat, serta protein yang terkandung di dalamnya dapat membantu proses pembakaran lemak kolesterol pada sistem pencernaan.
Setiap 100 gram jamur merang segar memiliki kandungan nutrisi sebagai berikut:
|
Bahan Gizi |
Kandungan |
|
Kelembapan (air) |
90,40 g |
|
Kalori |
32,4 Kkal |
|
Lemak |
0,25 g |
|
Protein |
3,90 g |
|
Serat kasar |
1,87 g |
|
Fosfor |
0,10 g |
|
Abu |
1,10 g |
|
kalium |
0,32 g |
|
Besi |
1,70 g |
|
kalsium |
5,60 mg |
|
Tiamin |
0,14 mg |
|
Riboflavin |
0,61 mg |
|
Niasin |
2,40 mg |
Berikut merupakan informasi singkat mengenai jamur tiram yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi sobat Solutione semua yaa!




Komentar
Posting Komentar