Kenalkan, Jamur Shitake Yang Mendunia

Jamur Shitake, Jamur Berbentuk Jengkol Yang Lezat.

Info Menarik Mengenai Jamur Shitake Yang Berbentuk Jengkol


Jamur pada dasarnya bukanlah buah atau sayuran, bahkan tidak termasuk pada kategori tumbuhan karena tidak memiliki daun dan akar. Jamur termasuk dalam tipe parasit fungus yang dapat tumbuh pada organisme lainnya termasuk manusia dan tumbuhan. Namun tidak semua jamur merugikan, beberapa jenis jan mur kaya akan nutrisi dan dapat dimakan. Sudah banyak jenis jamur konsumsi yang mulai dikembangkan masyarakat Indonesia sebagai peluang usaha. Seperti misalnya jamur tiram, jamur kuping, dan jamur merang. Terdapat jamur lain yang dapat dikembangkan yaitu jamur shiitake. Jamur yang memiliki nama latin Lentinus edodes merupakan jamur yang berasal dari Asia Timur yang sangat terkenal di seluruh dunia dan sudah ada sejak 1000 tahun yang lalu di China telah membudidayakan jamur shiitake ini.   Jamur yang berasal dari China ini dan dikenal dengan sebutan “Chinese Black Mushroom” justru lebih popular sebagai jamur khas Jepang dengan nama Shiitake. Dalam bahasa Jepang Take bermakna jamur, sedangkan Shii berarti pohon oak (Quercus cuspidata) yang merupakan tempat jamur Shiitake banyak tumbuh sobat Solutione! Masyarakat Pengalengan di Jawa Barat sering menyebut jamur shiitake sebagai jamur jengkol karena bentuknya yang mirip jengkol. Rasa aroma, dan warna yang memikat menjadikan jamur Shiitake sebagai pusat perhatian yang menyebabkan teknologi budidaya berkembang pesat. Selain sebagai sumber pangan, jamur Shiitake  juga banyak digunakan sebagai obat. Jamur ini mengandung asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh seperti thiamin, riboflavin, dan niacin, serta beberapa jenis serat dan enzim. Jamur Shiitake juga mengandung ergosterol, yang akan diolah tubuh menjadi vitamin D setelah kulit terkena sinar matahari. Jamur Shiitake biasanya dipasarkan dalam bentuk segar dan kering dengan beberapa kelas. Secara internasional, klasifikasi mengikuti aturan sistem di Jepang dan China yaitu berdasarkan tebal tipisnya tudung. Saat ini, jamur shiitake terbagi menjadi 3 kelas, mulai dari kelas kecil (grade C) dengan diameter kurang dari 4 cm, kelas menengah (grade B) dengan diameter 4 – 6 cm, dan kelas besar (grade A) dengan diameter lebih dari 6 cm. Harga Jamur Shiitake cukup mahal yaitu berkisar RP. 350.000 per kilogram.

CIRI – CIRI JAMUR SHIITAKE

Sudah tahu bagaimana ciri – ciri jamur shiitake? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana dan apa saja ciri – ciri yang dimiliki oleh jamur shiitake sobat Solutione. Jamur Shiitake memiliki tudung yang berbentuk seperti payung, berwarna coklat muda sampai tua, kadang – kadang berbintik putih yang sering disebut sebagai renda. Adakalanya terlihat seperti retak – retak tetapi bukan pecah. Batang tubuhnya berbentuk melengkung dengan payung terbuka dan berbulu halus.

LINGKUNGAN HIDUP

Penyebaran alami jamur Shiitake di Indonesia berda di kawasan hutan Kalimantan Utara dan Timur. Sedangkan budidayanya tersebar dibeberapa daerah di Jawa Barat, jawa Timur, dan Sumatera Utara yang dimulai sejak tahun 1980-an. Hal ini tentunya dapat menjadi salah satu peluang bisnis yang bisa dilakukan mengingat harga jamur shiitake yang mahal dan peminat yang lumayan banyak.

KANDUNGAN NUTRISI

Jamur yang memiliki harga fantastis ini memiliki kandungan gizi penting yang berupa protein sebesar 19 – 35% kadar tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras (7,38%) dna gandum (13,2%). Terdapat sekurang-kurangnya 9 asam amino essensial dari 20 asam amino ynag biasa dikenal. Jamur shiitake juga memiliki kandungan lemak, yang 72% lemaknya termasuk dalam lemak tidak jenuh. Selain itu, juga mengandung berbagai jenis vitamin antara lain thiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), dan biotin. Jamur shiitake memiliki beberapa kandungan elemen mikro antara lain kalsium, kalium, natrium, tembaga, fosfor, magnesium dan serat dengan kadar antara 7,4 – 27,6%. Jamur shiitak memiliki kandungan bahan aktif yang disebut lentinan. Bahan aktif ini merupakan polisakarida yang larut dalam air, tersusun dalam bentuk  b-1,3 glukan dengan b-1,6 dan b-1,3 glukopyranosida. Kandungan bahan letinan ini banyak terdapat pada bagian batang di dekat tudungnya. The More You Know sobat Solutione!

      

Berikut merupakan informasi singkat mengenai jamur kancing yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi sobat Solutione semua yaa!

 

The More You Know :)



Komentar