PROSES PANEN JAMUR TIRAM YANG BENAR DAN TEPAT

Info Menarik Mengenai Jamur Tiram

Selamat datang sobat Solutione! Setelah kemarin kami bahas tentang inokulasi baglog jamur tiram, sekarang kami akan bahas tentang pemanenan jamur tiram. Panen jamur tiram? Asyik tuh, tapi gimana ya caranya? Eitss.. tenang kami akan kupas tuntas cara panen jamur tiram yang benar. Yukk.. simak caranya. Jamur tiram merupakan jamur yang memiliki rasa enak dan memiliki aroma yang khas. Dalam proses pemanenannya, jamur tiram memiliki beberapa hal yang harus diperhatikan sobat, antara lain alat yang digunakan dan cara memanen. Nah, berikut merupakan beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk proses pemanenan jamur tiram:

Pisau yang tajam

Pisau digunakan sebagai alat pemotong jamur tiram pada saat pemanenan. Contoh pisau yang dapat digunakan adalah pisau cutter.

Keranjang

Keranjang digunakan sebagai wadah untuk mengumpulkan jamur tiram yang telah dipanen. Keranjang dapat berasal dari sterofoam, plastik, bambu atau yang lainnya.

Timbangan

Timbangan digunakan sebagai alat untuk menghitung jumlah hasil panen sebelum jamur tiram dikemas.

Plastik PP

Plastik PP digunakan sebagai tempat untuk mengemas jamur tiram yang telah dipanen sebelum dipasarkan pada konsumen. Ukuran plastik PP yang digunakan beragam, tergantung keinginan konsumen.


Setelah semua peralatan telah tersedia, tahap selanjutnya yaitu pemanenan. Ciri-ciri jamur tiram yang siap dipanen yaitu memiliki tudung diameter sekitar 10 cm dan tepian tudng masih segar (belum mengering). Pemananen jamur tiram dilakukan ketiika jamur berumur 10-20 hari setelah miselium telah tumbuh 100%. Ini merupakan waktu pertama kali jamur di  panen. Sedangkan pemanenan kedua yaitu rentang waktu 15-20 hari setelah panen pertama. Jika jamur tiram telah siap dipanen, maka pemanenam harus segera dilakukan karena jika terlambat 4-8 jam warna jamur akan berubah menjadi kuning. Hal tersebut menunjukkan bahwa jamur tiram memiliki kualitas yang buruk dan akan berpengaruh terhadap harga jual. Usia produktif jamur tiram rata-rata yaitu 4-6 bulan. Produksi satu baglog berkisar 0,8-1 kg jamur tiram. Berikut merupakan beberapa langkah yang harus dilakukan dalam pemanenan jamur tiram:

  • Sayat jamur dipangkal batang sehingga akar dapat terangkat. Pengambilan jamur tiram harus harus sampai akar karena jika terdapat batang yang tersisa dapat menimbulkan kebusukan.
  • Bersihkan kotoran yang berupa bahan media tanam jamur tiram yang biasanya menempel pada akar jamur.
  • Pembersihan jamur tiram yang telah dipanen sebaiknya tidak dilakukan di areal kumbung karena jika terjadi pembusukan pada sisa-sisa jamur tiram dapat mengakibatkan timbulnya hama ulat sehingga menghambat pertumbuhan jamur tiram pada generasi berikutnya.
  • Setelah jamur tiram dibersihkan, tahap selanjutnya yaitu pengemasan.

  • Pengemasan jamur tiram harus dilakukan dengan hati-hati. Penyusunan jamur tiram harus rapi dan tidak ada daun yang terlipat. Dalam mengemas, usahakan plastik tidak terlalu menggelembung karena beberapa jam setelah dikemas, jamur akan mengeluarkan zat yang berupa gas yang akan memenuhi plastik kemasan sehingga mengencang. Jamur segar mampu bertahan 5x24 jam dalam suhu ruangan.

 

 

 

Berikut informasi menarik tentang jamur tiram yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi sobat Solutione semua yaa!

The More You Know


Komentar