KITA MULAI BUDIDAYA JAMUR TIRAM, DENGAN PERSIAPAN MEDIA TANAM


Selamat datang Sobat Sinerbi! Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang budidaya jamur tiram yang benar. Bagi sobat yang ingin membudidayakan jamur tiram silahkan baca artikel kami yaaa. Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang sepanjang tahun pada semua musim. Namun dalam pembudidayaannya, jamur tiram membutuhkan beberapa adaptasi lingkungan yaitu yang perlu diketahui bahwa jamur akan tumbuh dengan baik pada suhu 25 – 30ºC dengan keadaan ruangan yang gelap dan kondisi asam (pH 5,5 – 6,5), sedangkan tubuh buah jamur tiram sendiri akan tumbuh optimal pada suhu 18 – 20ºC dalam keadaan ruangan yang terang dan kondisi keasaman (pH 6,8 – 7). Informasi lagi buat para sobat Solutione, kenapa berbeda dalam kondisi awal yang membutuhkan keadaan ruangan yang gelap dan kenapa jadi keadaan ruang yang terang, itu karena cahaya matahari dibutuhkan jamur untuk merangsang pertumbuhan tubuh buah (tangkai dan tudung). Pertumbuhan jamur hanya membutuhkan sinar yang bersifat menyebar (diffuse light). Nah selanjutnya, masa pertumbuhan miselium membutuhkan kelembaban udara antara 65 – 70%, tetapi untuk merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh buah membutuhkan kelembaban udara sekitar 80 – 85%. Miselium jamur tiram dapat tumbuh optiimal pada substrat  (media tumbuh) yang memiliki kandungan air sekitar 60%.

Jamur tiram dapat tumbuh dimana saja? Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembangbiak pada berbagai macam kayu di sembarang tempat. Namun, bagi sobat yang ingin membudidayakan jamur tiram, maka jamur ini akan tumbuh dengan baik dan optimal pada kayu lapuk yang tersebar di dataran rendah sampai lereng pegunungan atau kawasan yang memiliki ketinggian antara 600 – 800mdpl. Mengingat permintaan jamur tiram yang semakin hari semakin meningkat, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi jamur ini. Berikut merupakan beberapa cara yang sudah umum dan dapat dilakukan yaitu melakukan budidaya jamur tiram, tidak susah namun yang pasti butuh keseriusan dalam membudiayakan jamur ini.

Berikut merupakan alat dan bahan yang harus dipersiapkan dalam melakukan budidaya jamur tiram:


RUMAH JAMUR

Rumah jamur, dari namanya saja sudah dapat menjelaskan bahwa ini merupakan tempat yang memang diperuntukkan untuk budidaya jamur ya sobat. Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan budidaya jamur tiram di rumah jamur antara lain:

·         Kebersihan kumbung


Dalam pembuatan kumbung, usahakan jauh dari lingkungan kotor, seperti tempat pembuangan sampah atau lingkungan peternakan. Untuk mempermudah pembersihan kumbung sebaiknya lantai kumbung dibuat dengan bahan plester semen). Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kebersihan lantai dan meningkatkan kelembaban karena air yang disiram tidak mudah terserap dan hilang.

·         Sirkulasi udara yang baik


Miselium memerlukan udara yang cukup untuk bernapas dan selanjutnya untuk tumbuh menjadi bakal jamur. Tanpa sirkulasi udara yang baik,, jamur akan tumbuh kerdil dan mudah terserang penyakit. Agar sirkulasi udara baik maka rumah jamur perlu diberi jendela yang mudah dibuka dan ditutup setiap saat. Sebaiknya lubang jendela ditutup kain kasa guna menghindari masuknya serangga dalam kumbung pada saat jendela dibuka.

·         Suhu dan kelembaban

Suhu yang dibutuhkan agar jamur tiram dapat tumbuh dnegan baik adalah 22 – 30ºC.

·         Pencahayaan


Ruangan rumah jamur harus redup, tidak tembus cahaya matahari secara langsung, dan kadr pencahayaan yang sesuai yaitu 30%. Untuk meredupkan ruangan, dinding kumbung dapat dilapisi dengan mulsa plastik.

·         Tertutup

Rumah jamur harus tertutup rapat agar tidak masuki oleh serangga pengganggu.


SERBUK KAYU

Serbuk kayu mengandung beragam zat didalamnya yang dapat menunjang pertumbuhan jamur. Zat yang dibutuhkan jamur untuk tumbuh yaitu karbohidrat, serat dan lignin. Sedangkan zat yang dapat menghambat pertumbuhan jamur yaitu zat metabolit sekunder yang biasa dikenal dengan getah dan atri. Maka, serbuk kayu yang baik digunakan harus berasal dari pohon yang tidak bergetah seperti albasia, randu, meranti, sengon, dll. Serbuk kayu yang digunakan harus segar agar terhindar dari kontaminasi bakteri maupun cendawan.


KAPUR

Kapur berfungsi untuk mengatur tingkat keasaman media. Kapur yang digunakan yaitu kapur CaCO3. Kandungan kalsium dan karbon didalamnya berfungsi sebagai penyumbang nutrisi untuk pertumbuhan jamur. Namun, dapat juga menggunakan kapur bangunan.

DEDAK
Dedak atau bekatul merupakan hasil sisa dari penggilingan padi yang berupa bubuk dan butiran kecil. Dedak mengandung sumber karbohidrat, karbon, vitamin B1 & B2, dan nitrogen.

GIPS

Gips atau CaSO4 digunakan sebagai sumber kalsium guna memperkokoh media baglog. Namun, kandungan SO4 disebut tidak organik sehingga mulai ditinggalkan oleh petani.


CINCIN

Cincin digunakan untuk menutup baglog dan sebagai tempat keluarnya jamur.


BIBIT

Bibit dapat diperoleh dengan cara membeli atau melakukan pembibitan sendiri.


PLASTIK

Plastik digunakan sebagai tempat untuk pembuatan baglog. Plastik yang biasa digunakan yaitu berukuran 17 x 35 x ketebalan 0,4 cm.


AIR

Air merupakan salah satu bahan campuran yang digunakan untuk mebuat baglog. Kadar air yang dibutuhkan yaitu sekitar 60%.


RAK

Rak digunakan sebagai tempat penyimpanan baglog. Rak dapat dibuat dari bambu ataupun aluminium.

Komentar