Syarat Tumbuh dan Proses Pengomposan Media Tanam Jamur Merang

Info Menarik Mengenai Jamur Merang

SYARAT TUMBUH DAN PEMBUATAN KOMPOS MEDIA TUMBUH JAMUR MERANG

Selamat datang Sobat Solutione! Hari ini kita akan membahas mengenai budidaya jamur merang ya Sobat! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai syarat tumbuh jamur merang dan pembuatan komposnya. Jamur merang memerlukan persyaratan lingkungan yang khusus serta media tanam dan pemupukan. Media tanam yang biasa digunakan adalah jerami, ampas tebu, limbah kardus, limbah kapas dan sebagainya. Limbah yang digunakan harus terbebas dari kontaminasi, agar yang tumbuh hanya jamur yang ditanam maupun diusahakan ya sobat.Jamur merang merupakan jamur yang tumbuh di daerah tropika dan membutuhkan suhu dan kelembaban yang relatif tinggi, antara 30-38°C dengan suhu optimum pada 35°C. Kelembaban relatif yang diperlukan adalah berkisar antara 80% sampai dengan 85% serta kebutuhan akan pH media tumbuh berkisar antara pH 5,0 sampai dengan pH 8,0. Tahap perkembangan jamur merang dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pertumbuhan miselium, tahap pembentukan tubuh buah dan tahap pelepasan spora.

MEDIA TUMBUH JAMUR MERANG

Media tumbuh jamur merang merupakan bahan yang digunakan sebagai sumber nutrisi maupun mineral bagi jamur. Media pertumbuhan jamur merang yang umum digunakan untuk membudidayakan atau menanam jamur merang adalah jerami padi, tetapi jamur merang mampu tumbuh dan berkembang pada media yang merupakan limbah dari sumber selulosa seperti; jerami, ampas tebu, limbah penggilingan padi, limbah kertas, bahan organik, dan lain sebagainya.

JERAMI

Jerami merupakan bagian vegetatif dari tanaman padi yang meliputi batang, daun, maupun malai. Jerami merupakan media tumbuh yang mempunyai zat-zat selulosa dan lignin yang diharapkan dengan aktivitas mikroba (pada saat pengomposan) dapat merubah menjadi zat-zat karbohidrat yang sederhana seperti gula, amilum sampai hidrat arang. Jerami yang digunakan sebaiknya yang sudah benar-benar kering sebelum dilakukan pengomposan.

AMPAS SAGU

Ampas sagu digunakan sebagai media tambahahan untuk pertumbuhan jamur merang yang merupakan limbah dari pengolahan tepung sagu. Meskipun sebagai ampas namun masih meiliki kandungan hara bagi pertumbuhan jamur merang. Ampas sagu (ela sagu) yang merupakan limbah hasil pengolahan sagu telah banyak dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak, campuran briket arang, campuran papan partikel dan media jamur. Ela sagu segar mengandung 26% C-organik, 1% N total, 1,03% P tersedia, 0,29% K, 3,84% Ca dan 0,05% Mg, sedangkan ela sagu setelah inkubasi selama tiga bulan mengandung 13,90% kadar air, 2,85% C-organik, 0,17% N total, 8,71 me 100 g-1 Ca, 187 me 100 g-1 mg, 0,53 me 100 g-1 K, 22,30 me 100 g-1 KTK dan 52,40% BK. Menurut Sangaji (2009), ela sagu mengandung 86,4% bahan kering, 2,1% protein kasar, 1,8% lemak, 20,3% serat kasar, 4,6% abu, 36,3% selulosa, 14,6% hemiselulosa, 9,7% lignin, 3,3% silika. Ela sagu dapat digunakan sebagai bahan tambahan penyedia nutrisi pada media pertumbuhan jamur.

KAPUR PERTANIAN (CACO3)

Kapur pertanian (CaCO3) dapat digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat media tanam. Kapur pertanian berfungsi untuk mengontrol pH pada media tanam agar tetap sesuai dengan persyaratan tumbuh jamur. Melalui penambahan kapur pH media tumbuh jamur merang tidak terlalu asam setelah pengomposan. Kapur juga berfungsi sebagai sumber kalsium untuk jamur merang.

BEKATUL

Bekatul merupakan hasil dari penggilingan padi yang dapat digunakan sebagai tambahan nutrisi pada media jamur. Bekatul yang digunakan adalah yang masih baru, tidak apek, tidak rusak, dan strukturnya baik. Bekatul sebagai campuran media tanam berfungsi sebagai penyedia akan nutrisi dan sumber karbohidrat, karbon, dan nitrogen. Karbon digunakan sebagai sumber energi utama, sedangkan nitrogen berfungsi untuk membangun miselium dan membangun enzim-enzim yang disimpan dalam tubuhnya.


PEMBUATAN KOMPOS

Kegiatan pengomposan bertujuan untuk mengaktifkan bakteri dan fungi yang akan merombak selulosa, hemi selulosa, serta lignin, sehingga lebih mudah dicerna oleh jamur. Selama pengomposan akan muncul panas yang dapat mematikan organisme pesaing yang merugikan bagi pertumbuhan jamur. Bahan baku untuk pengomposan sebagai media tumbuh jamur merang yaitu jerami sobat. Selain itu, jerami juga dapat dicampur dengan limbah pertanian lainnya seperti kapas bekas dari pemintalan benang, ampas aren, ampas tebu, kardus  bekas, eceng gondok yang telah dikeringkan. Bahan tambahan lain yang perlu sobat Solutione siapkan yaitu bekatul sebagai sumber karbohidrat, kapur untuk menetralkan media, dan kotoran ayam untuk meningkatkan kadar nitrogen dalam media tanam.


Pembuatan kompos dapat dilakukan di dalam ruangan atau di ruangan beratap, meskipun tidak berdinding. Permukaan bawah tempat pengomposan sebaiknya disemen atau dilapisi  plastik/terpal. Perlu sobat ketahui dalam kegiatan pengomposan, dilakukan dalam dua tahap, yaitu satu bagian dikomposkan tersendiri (media utama saja) dan satu bagian lagi diberi media tambahan, lalu di komposkan (media utama dan media tambahan). Kemudian keduanya dicampur secara merata.

Berikut kami bagi informasi untuk sobat Solutione tentang langkah pengomposan media tanam jamur merang menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat. Di bawah merupakan langkah dalam pembuatan media utama kompos untuk jamur merang:

  1. Jerami yang telah kering dipotong 10 cm.
  2. Jerami dicuci dengan air mengalir selama 1 jam kemudiam ditiriskan
  3. Jerami disusun setebal 10 cm, kemudian diberikan bekatul, kapur, kotoran ternak, urea campur dengan cara ditaburkan. Kegiatan diulang hingga ketebalan mencapai 1,5 meter.  
  4. Setelah selesai, jerami tersebut ditutup dengan plastik. Dilakukan pembalikan pada hari ke 4 dan ke 8. 
  5. Pengomposan selesai dilakukan pada hari ke 10.

Selain itu juga terdapat langkah pembuatan media tambahan kompos:

  1. Ampas sagu, pupuk ayam dicampur dengan kapur sebanyak 5 kg di aduk sampai rata. Kemudian disirami dengan air.  
  2. Media yang sudah disiram ditutup rapat dengan plastik atau terpal dan diamkan selama 7-30 hari.
  3. Media yang sudah dipermentasi dilakukan pembalikan dengan menambahkan dedak sebanyak 50-75 kg dan diaduk sampai merata. Kemudian disiram kembali dengan air ± 20-30 liter.   
  4. Media ditutup kembali dan di diamkan selama tiga hari.
  5. Setelah dilakukan pengomposan media utama dan media tambahan, selanjutnya sobat perlu mencampurkan ke dua bahan dengan lapisan atas jerami, media tambahan, dan campuran dari  bekatul , kapur, urea, kotoran ayam. Selanjutnya ditutup dengan plastik atau terpal.

Setelah kegiatan pencampuran, sobat perlu tahu ciri jerami yang telah menjadi kompos yaitu:

  1. Tidak berbau amoniak.  
  2. Warna kompos coklat sampai dengan hitam.
  3. Teksturnya lunak.  
  4. Kadar airnya 65% yang diukur dengan cara memijatnya, bila terasa basah tetapi tidak menetes, berarti kadar airnya sudah sesuai.  
  5. pH  kompos 7-7, 5.

 

Berikut informasi menarik tentang budidaya jamur merang yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi sobat Solutione semua yaa!

The More You Know


Komentar