Pengomposan dan Sterilisasi Baglog Jamur Kancing

Info Menarik Mengenai Jamur Kancing

Semangat pagi, sobat Solutione!!! Hari ini kita akan melanjutkan pembahasan yang kemarin ya sobat yaitu seputar budidaya jamur Kancing. Kira-kira sobat Solutione ada yang pernah budidaya jamur Kancing nggak ya? Yuk.. share pengalaman sobat di kolom komentar. Setelah kemarin kita bahas tentang pemilihan media tanam dan bibit jamur kancing, sekarang kita akan bahas proses pengomposan dan sterilisasi baglog jamur kancing.

PROSES PENGOMPOSAN


Pengomposan Jerami merupakan salah satu media utama dalam budidaya jamur kancing. Kandungan hara dalam jerami seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) sangat diperlukan untuk pertumbuhan jamur. Hanya saja unsur Nitrogen dalam jerami belum mencukupi kebutuhan jamur untuk tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan tambahan media lain yang memiliki kandungan N yang cukup tinggi seperti pupuk organik atau pupuk alami dari kotoran kuda atau kotoran unggas. Selain unsur-unsur tersebut, jamur juga memerlukan nutrisi dan vitamin yang bisa diperoleh dengan penambahan bekatul/dedak. Untuk menjaga pH media tanam agar tetap netral (pH 7) diperlukan juga penambahan kapur (CaCo3). Bahan lain yang sangat dianjurkan untuk ditambahkan yaitu air kelapa karena kandungannya yang lengkap. Air kelapa kaya akan mineral, vitamin, gula, maupun asam amino yang sangat baik untuk pertumbuhan jamur. Supaya nutrisi dalam media dapat diserap dengan mudah oleh jamur, media tanam perlu dimatangkan/dilapukkan terlebih dahulu melalui proses pengomposan. Pengomposan selain dapat melapukkan media, juga dapat mematikan mikroba-mikroba patogen/penyakit sehingga dapat mengurangi kemungkinan kontaminasi.

Teknik Pengomposan :

  • Jerami dipotong-potong (semakin kecil semakin baik) kemudian dicuci dengan air mengalir. Setelah bersih dari tanah dan zat-zat pengotor lainnya, jerami ditiriskan. Kelembaban jerami dijaga antara 60-70% yang ditandai dengan kondisi jerami yang basah tetapi ketika diangkat airnya tidak sampai menetes.
  • Jerami selanjutnya disusun setinggi 10-15 cm, kemudian diselingi dengan menaburkan kapur, bekatul, dan kotoran kuda/ayam di atasnya. langkah tersebut diulang hingga tumpukan jerami mencapai ketinggian ±1,5 m. Agar pengomposan berjalan dengan baik, tumpukan media jerami sebaiknya di tutup dengan terpal atau plastik.
  • Untuk menghasilkan kompos yang merata, lapisan di aduk setiap tiga hari sekali. Tiga hari pertama lapisan diaduk/dibalik sambil ditambahkan urea sebanyak 0,9% (bila kurang lembab bisa ditambahkan air). Tiga hari kedua atau hari keenam lapisan dibalik lagi sambil ditambahkan dengan ZA 1% dan diaduk-aduk agar semuanya merata. Setiap tiga hari selanjutnya lapisan di balik dan ditambahkan TSP sebanyak 1,2% kemudian aduk-aduk. Pengomposan dilakukan selama 18-21 hari. Proses pengomposan yang sempurna akan menghasilkan kompos dengan ciri warna yang gelap, tidak berbau, struktur halus/remah dan pH netral (pH 7).

STERILISASI MEDIA TANAM


Selanjutnya adalah tahapan sterilisasi media tanam. Proses sterilisasi dilakukan dengan cara meletakan media tanam (yang telah dikompos) secara merata di atas rak-rak tanam yang disiapkan di ruang kumbung jamur, dengan ketebalan media tanam sekitar 15-20 cm. Kemudian alirkan uap panas dari perebusan air di pembangkit uap hingga suhu ruang kumbung mencapai 60°-65°C, pertahankan suhu tersebut selama 12 jam. Apabila suhunya telah mencapai 65°-75°C maka bukalah ventilasi ruangan agar suhunya kembali turun menjadi 40°-45°C. Usahakan untuk menjaga kestabilan suhu di ruang kumbung pada kisaran 40°-45°C selama kurang lebih 70 jam.

 

 

 

 

Berikut informasi menarik tentang budidaya jamur Kancing yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi sobat Solutione semua yaa!

 

The More You Know

Komentar

Posting Komentar